Kamis, 11 Mei 2017

Negeriku dan Segala Bentuk Intoleransi

"Toleransi adalah membiarkan orang lain berpendapat lain, melakukan hal yang tidak sependapat dengan kita, tanpa kita ganggu ataupun intimidasi. Istilah dalam konteks sosial, budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat", Wikipedia bahasa Indonesia

"Toleran adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri", Kamus Besar Bahasa Indonesia

"Intoleran adalah tidak tenggang rasa, tidak toleran", Kamus Besar Bahasa Indonesia

Negeriku dan Segala Bentuk Intoleransi

Lalu apa yang terjadi terhadap negeri ini akhir-akhir ini? Semua teriak cinta tanah air, semua berkata cinta Indonesia, semua bercerita indahnya Bhinneka Tunggal Ika. Jika memang begitu, bersediakan anda menerima aku sebagai saudara sebangsa dan setanah airmu jika warnaku berbeda?, agamaku berbeda?, rasku berbeda?, golonganku berbeda?, sukuku berbeda?

Aku yang tidak bisa memilih untuk dilahirkan seperti ini, seperti anda yang tidak bisa memilih untuk dilahirkan seperti itu. Aku yang tidak memilih untuk dilahirkan berwarna ini, beragama itu, bersuku ini, ber-ras itu, seperti anda juga saudaraku. Kita tidak ada pilihan selain terlahir sebagai bangsa Indonesia, dan aku bangga dan bersyukur untuk itu. Anda?

Yakin anda siap untuk mengelompokkan manusia seperti sekarang ini?, dimana satu kelompok bernilai lebih tinggi dari kelompok lainnnya? Ukuran apa yang anda buat untuk itu? Nilai apa yang membuat kelompokmu lebih bernilai dari kelompokku? Masih yakinkah anda kita ciptaan Tuhan yang sama? Jika iya, mengapa Tuhanmu lebih cinta padamu daripada-ku?

Lalu apa yang harus terjadi jika kita berbeda? Saling melenyapkan agar tinggal kamu atau aku? Membuat sekat bahwa disitu tempatmu dan disini tempatku? Mentabukan anak cucumu untuk bersentuhan dengan keturunanku? Saling memaki untuk bukti siapa yang lebih unggul antara kamu dan aku? Mereka yang teriak paling kencang bahwa mereka paling unggul, sesungguhnya adalah mereka yang ketakutan bahwa mereka jauh ketinggalan.

Kita diciptakan individu per individu. Ada yang baik, ada yang buruk. Walau yang baik itu berwarna sama denganku, belum tentu semuanya begitu. Demikian juga jika yang buruk itu sewarna denganmu, tentu tidak untuk semua golonganmu. Kita dilahirkan individu per individu, berbeda itu lumrah, baik buruk itu per individu, tidak ada segolongan yang buruk, demikian juga sebaliknya. Maukah kamu memaafkanku jika warnaku berbeda denganmu?

Indonesiaku berada di persimpangan kusut. Antara tapak yang benar menuju kejayaan, dengan jalur yang rumit tarik menarik si ini dan si itu. Bagi yang lugu terombang ambing, digoyang kepentingan si ini dan si itu. Yakinlah bahwa mereka yang berkepentingan tidak lebih perjuangan mereka hanya untuk kepentingan mereka. Masih yakin mereka perhatian padamu?

Nah, apa yang ada di benakmu saat melihatku sekarang ini? Benci setengah mati? Najis tidak boleh didekati? Darah mendidih dalam hati? Emosi dan sumpah serapah bertubi-tubi? Jika ternyata masih begitu, maafkan aku sekali lagi. Maafkan aku ataupun saudaraku jika pernah bersalah padamu hanya karena warnaku, rasku, sukuku, agamaku. Tuhan maha tau akan hamba ciptaannya.

Dunia begitu sempit sekarang ini, relakah kita berbagi? Atau pertempuran ini harus dilanjutkan hingga tinggal kamu atau aku? Jika memang begitu, berapa banyak lagi anak cucu harus tumpah darahnya atas nama suplemasi? Yakin Tuhan akan berpihak kepadamu atau kepadaku? Tuhan yang samakah yang kita bicarakan ini?

Jadi, siapa sebenarnya yang paling benar dan diridhoi Tuhan? Golonganmu atau golonganku? Warnamu atau warnaku? Rasmu atau rasku? Agamamu atau agamaku? Begitu anda memiliki pemikiran seperti itu, saat itu juga anda ragu dan menantang karunia-Nya. Dia yang memberi warna-warni ini, tentu Dia yang paling mengerti. Bukan mereka-mereka yang berlagak seperti Dia, mamakai nama-Nya, untuk kepentingan pribadi sendiri-sendiri. Anda termasuk kaum ini?, andalah musuh Dia dan kemanusiaan sejati.

Negeriku dan Segala Bentuk Intoleransi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar