Senin, 27 Mei 2019

Jenis-Jenis Burung Berkicau

Jenis-Jenis Burung Berkicau

Anda tahu burung berkicau? Tentunya mungkin hampir setiap orang tahu yang dinamakan burung berkicau. Burung berkicau adalah semua jenis burung yang mengeluarkan suara-suara atau melodi tertentu yang indah didengar. Biasanya melodi atau suara yang dikeluarkan digunakan sebagai pemikat kepada lawan jenisnya. Di Indonesia sendiri, sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman jenis satwa memiliki berbagai jenis burung berkicau. Kali ini kita akan membahas berbagai jenis burung berkicau yang biasanya dijadikan peliharaan oleh para penghobi burung berkicau.

Berikut ini berbagai jenis burung berkicau yang biasanya dipelihara oleh para penghobi burung berkicau:

Burung Anis Merah, Jenis Burung Berkicau
Anis Merah

Burung Anis Merah
  • Nama ilmiah: Geokichla citrina
  • Di Indonesia sendiri Burung Anis Merah mempunyai beberapa sebutan, antara lain Kedhis Taien Sampi, Syiap-Syiap (Bali); Manuk Cacing Kalung (D.I. Yogyakarta), Cerbang / Kacer Abang (Jawa Timur); dan untuk nama pasar dikenal juga dengan nama Punglor Merah
  • Anis Merah adalah salah satu jenis burung berkicau dari keluarga Turdidae dari Genus Geokichla
  • burung ini bersifat omnivora, memakan berbagai macam serangga, cacing tanah dan buah yang dapat dijumpai di beberapa daerah Sub-benua India dan Asia Tenggara berlahan basah 
  • Di Indonesia sendiri Burung Anis Merah dapat dijumpai di beberapa daerah seperti Kalimantan, Jawa, Bali dan beberapa daerah lainnya
  • Ciri fisik: berukuran sedang (20-23 cm); berat tubuh antara 47-67 gr; kepala jingga; burung dewasa: kepala, tengkuk dan tubuh bagian bawah jingga terang, tungging putih, tubuh atas abu-abu kebiruan dengan bercak putih di atas sayap; burung muda: bercoret dan bersisik di punggung, iris cokelat, paruh hitam, kaki cokelat. Untuk Burung Anis Merah sendiri jantan dan betinanya susah untuk dibedakan
  • Burung pemalu ini memiliki habitat alami di hutan gelap di dataran rendah dan perbukitan sampai ketinggian 1500 mdpl. Sering mengendap-endap di kelebatan penutup semak di tanah. Bernyanyi dari tenggeran pohon 
  • Burung Anis Merah merupakan salah satu burung berkicau yang paling merdu dengan nyanyian yang nyaring dan sendu. Suara tanda bahaya yang keras "tirr-tirr-tirr" dan "siiiit" yang bernada tinggi
  • Salah satu keunikan burung ini adalah kebiasaan teler yang aneh. Menggoyang-goyangkan kepala ke kiri dan ke kanan dengan tubuh yang lemas. Gerakan ini di kalangan penggemar burung disebut "teler"

Burung Anis Kembang, Jenis Burung Berkicau
Anis Kembang

Burung Anis Kembang
  • Nama ilmiah: Geokichla interpress
  • Nama lain: Punglor Kembang, Anis Cacing
  • Bisa ditemukan di hutan-hutan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri Anis Kembang bisa ditemukan di Pulau Enggano (Sumatera), hutan dataran rendah di Kalimantan dan Jawa, hutan perbukitan di Bali, Lombok, Sumbawa dan Flores
  • Anis Kembang termasuk burung yang monomorfik, yakni jantan dan betinanya kelihatan sama dan sulit dibedakan. Ia dapat dibedakan melalui mata dan kelopaknya, bulu dan cara berdirinya. Jika mata kelihatan menonjol, itu tandanya burung jantan. Apabila datar matanya, maka itu adalah jenis Anis Kembang betina. Bulu Anis jantan berwarna lebih gelap dan tegas, sementara Anis betina hanya memiliki bulu yang berwarna putih di pantatnya (jantan terdapat bulu beberapa baris berwarna hitam yang berlekuk menyerupai pola berbentuk awan). Jantan cenderung berdiri merapatkan kakinya, betina sedikit merenggang dan menunduk
  • Panjang tubuh berkisar 16 cm dan merupakan jenis Anis paling kecil yang dikenali oleh penghobis dan penggemar burung
  • Warna umum: hitam, putih, coklat belangan
  • Ciri fisik: mahkota dan tengkuk berwarna coklat kemerah-merahan; mantel dan punggung berwarna abu-abu kehitam-hitaman; dada berwarna kehitaman; sayap dan ekor kehitaman, dengan dua garis di sayap yang mencolok; pipi abu-abu dengan tanda putih; perut berwarna putih dengan bintik hitam di sisi tubuh; ekor pendek
  • Sifat dan kepribadian: Burung ini dikenal pemalu, sehingga sulit untuk dilihat. Bahkan pada saat berkicau, burung ini juga sulit untuk dilihat karena bersembunyi; hidup soliter, walau kadang berpasangan; di musim kawin, jenis burung ini bersifat agresif terhadap sesama jenisnya
  • Makanan alami seperti serangga kecil, siput air, cacing dan buah (pir, apel, tomat, pepaya, dll)

Burung Cucak Hijau, Jenis Burung Berkicau
Cucak Hijau

Burung Cucak Hijau
  • Nama ilmiah: Chloropsis sonnerati
  • Bisa disebut juga dengan nama: Cucak Ijo, Cica Daun Besar, Burung Daun, Murai Daun
  • Burung Cucak Hijau ini menyebar di Semenanjung Malaya, Sumatera dan pulau-pulau di sekitarnya, Kalimantan termasuk Natuna, Jawa dan Bali
  • Burung Cucak Hijau dapat ditemukan di puncak-puncak pohon yang tinggi di hutan primer, hutan sekunder dan hutan bakau
  • Makanan alami adalah aneka serangga dan buah-buahan
  • Ciri fisik: tubuh berwarna hijau terang daun, termasuk pada sayap dan ekornya; bertubuh sedang dengan panjang tubuh diukur dari paruh sampai ujung ekor berkisar 22 cm; pipi dan tenggorokan jantan berwarna hitam; iris mata berwarna cokelat gelap; paruh tebal hitam; kaki abu-abu kebiruan
  • Ciri khas dari Burung Cucak Hijau adalah dapat menirukan suara burung lain dengan sangat cepat
  • Burung Cucak Ijo sendiri terdiri dari beberapa jenis, antara lain: Cucak Ijo Banyuwangi, Cucak Ijo Kalimantan, Cucak Ijo Sumatera, Cucak Ijo Rante dan Cucak Ijo Mini

Burung Cucak Rawa, Jenis Burung Berkicau
Cucak Rawa

Burung Cucak Rawa
  • Nama ilmiah: Pycnonotus zeylanicus
  • Nama lain: Cucakrawa, Cucarowo (Jawa), Cangkurawa (Sunda), Barau-Barau (Melayu), Straw-headed Bulbul (Inggris, mengacu pada warna kepalanya yang kuning jerami pucat) 
  • Burung Cucak Rawa adalah salah satu burung berkicau dari suku Pycnonotidae
  • Ciri fisik: berukuran sedang; panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 28 cm; mahkota (sisi atas kepala) dan penutup telinga berwarna jingga atau kuning jerami pucat; setrip malar di sisi dagu dan garis kekang yang melintasi mata berwarna hitam; punggung coklat zaitun bercoret-coret putih; sayap dan ekor kehijauan atau hijau coklat zaitun; dagu dan tenggorokan putih atau keputihan; leher dan dada abu-abu bercoret putih; perut abu-abu; pantat kuning; iris mata berwarna kemerahan; paruh hitam; kaki coklat gelap
  • Seperti namanya, Cucak Rawa biasa ditemukan di paya-paya dan rawa-rawa di sekitar sungai, atau di tepi hutan. Sering bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas
  • Suara Cucak Rawa lebih berat dan lebih keras dari umumnya Cucak dan Merbah. Siulannya jernih, jelas, berirama baku yang merdu. Kerap kali terdengar bersahut-sahutan
  • Di alam, burung ini memangsa aneka serangga, siput air, dan berbagai buah-buahan yang lunak seperti buah jenis beringin
  • Burung Cucak Rawa menyebar di dataran rendah dan perbukitan di Semenanjung Malaya, Sumatera (termasuk Nias), Kalimantan, Jawa bagian barat

Burung Kacer, Jenis Burung Berkicau
Kacer

Burung Kacer
  • Nama lain: Burung Kucica Kampung, Burung Srintil (sebutan di Jawa Tengah dan Jawa Timur)
  • Nama ilmiah: Copsychus saularis
  • Burung Kacer adalah burung berkicau kecil yang sebelumnya dikelompokkan sebagai anggota keluarga Turdidae (Murai), tetapi kini dianggap sebagai anggota Muscicapidae
  • Ciri fisik: berwarna hitam dan putih; ekor panjang; ekor terangkat ke atas jika sedang mencari makanan di tanah atau kadang ketika sedang bertengger
  • Berat berkisar 36 gr
  • Burung ini banyak ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, burung ini sudah mulai langka karena penangkapan yang berlebihan
  • Burung ini suka menjelajah berbagai lingkungan dengan kecepatan terbangnya bisa mengungguli kerabatnya Murai Batu. Burung Kacer ini banyak mendiami dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut dan bahkan tidak jarang ada yang terlihat di perumahan penduduk
  • Burung Kacer sangat aktif mencari makan, mulai dari pohon kelapa, randu, pisang, atau ranting pohon kering. Burung ini sering kelihatan sendiri, namun akan selalu bersama pasangannya pada saat musim kawin

Burung Kenari, Jenis Burung Berkicau
Kenari

Burung Kenari
  • Nama ilmiah: Serinus canaria
  • Burung Kenari pertama kali ditemukan oleh pelaut Perancis bernama Jean de Berthan Cout di Kepulauan Canary pada abad ke-15. Namun Burung Kenari sendiri bukanlah burung asli disana., tetapi sengaja diperkenalkan sebagai burung kepulauan tersebut. Awalnya ada sebuah kapal dengan sejumlah kandang sarat kenari karam di kepulauan tersebut dan seorang pelaut melepaskan burung-burung itu agar tidak mati tenggelam. Ternyata burung-burung tersebut menemukan banyak makanan dan iklim yang cocok untuk berkembang biak
  • Lama hidup berkisar 10 tahun
  • Berat berkisar 8,4 - 24 gr, dengan ukuran panjang tubuh berkisar 10 - 12 cm
  • Maksimum produksi telur 3 - 4 butir
  • Negara Belanda kini lebih dikenal sebagai pengekspor Burung Kenari ke Indonesia, yang semula mendatangkannya dari Inggris, Jerman dan Belgia
  • Nama Burung Kenari sendiri tidak ada hubungannya dengan buah kenari, melainkan diambil dari nama pulau habitat aslinya, yaitu Kepulauan Canary. Kepulauan itu sendiri mendapatkan namanya dari Bahasa Latin "Canarias" yang berarti "pulau" anjing, karena banyaknya anjing liar yang ada disana pada jaman dahulu
  • Ada 5 varietas Burung Kenari saat ini, yaitu: varietas lagu (song variety) yaitu hasil pengembangan Kenari untuk menghasilkan kenari dengan kemampuan bernyanyi yang bagus dan sedikit banyak mengabaikan warna dari burung tersebut; varietas kenari warna (color bred variety) yang merupakan hasil perkembangbiakan yang mengejar kualitas warna dengan sedikit banyak mengabaikan keindahan nyanyian si Kenari; varietas kenari postur (canary of posture) yakni kenari yang dikembangkan dengan sedikit memperhatikan warna bulu dan sama sekali mengabaikan masalah lagu; varietas kenari bagal atau hybrid (the mule and hybrid canaries) yakni Kenari hasil persilangan antara Kenari dengan burung jenis finch lainnya untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat tertentu yang menonjol, apakah itu di masalah warna, lagu, postur, atau kombinasi di antara tiga varietas yang disebut sebelumnya; varietas kelima adalah varietas hasil persilangan dari semua ragam varietas di atas yang direkayasa bukan untuk tujuan khusus karena yang penting bisa memuaskan hasrat orang yang menangkar untuk menghasilkan burung apapun jenisnya
  • Berbagai jenis varietas Burung Kenari yang sudah dikembangkan antara lain: American Singer Canary, Belgian Fancy Canary, Border Fancy Canary, Color Bred Canary, Crested Canary, Fife Fancy Canary, Gloster Fancy Canary, Lizard Canary, Northern Dutch Frilled Canary, Norwich Canary, Parisian Frilled canary, Red Factor Canary, Roller Canary, Spanish Trimbado Canary, Stafford Canary, Waterslager Canary, Yorkshire Canary, Scotch Fancy Canary, Lancashire Canary, Cinnamon Canary, London Fancy Canary

Burung Lovebird, Jenis Burung Berkicau
Lovebird

Burung Lovebird
  • Nama ilmiah: Agapornis
  • Nama lain: Burung Cinta
  • Burung Lovebird adalah salah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani "agape" yang berarti "cinta" dan "ornis" yang berarti "burung"). Nama mereka sendiri berasal dari kelakuan umum yang diamati bahwa sepasang Burung Lovebird akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain
  • Lama hidup 10 - 15 tahun
  • Panjang tubuh antara 13 sampai 17 cm
  • Berat badan berkisar 40 hingga 60 gram
  • Ciri fisik: berukuran kecil; berekor pendek; berparuh besar; warna bulu yang indah
  • Sifat: bersifat sosial; monogami
  • 9 jenis burung Lovebird antara lain: Black-Masked Lovebird, Fischer's Lovebird, Lillian's Lovebird / Nyasa Lovebird, Black-cheeked Lovebird, Peach-faced Lovebird, Black-winged Lovebird / Abyssinian Lovebird, Red-faced Lovebird, Grey-headed Lovebird / Madagascar Lovebird, Black-collared Lovebird / Swindern's Lovebird
  • Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies Grey-headed Lovebird berasal dari Madagaskar

Burung Murai Batu, Jenis Burung Berkicau
Murai Batu

Burung Murai Batu
  • Nama lain: Burung Kucica Hutan
  • Nama ilmiah: Copsychus malabaricus
  • Tersebar di seluruh Pulau Sumatera, Semenanjung Malaysia dan sebagian Pulau Jawa
  • Untuk Pulau Sumatera khususnya banyak sekali ditemukan jenis Burung Murai Batu, seperti Burung Murai Batu Aceh, Burung Murai Batu Medan, dan Burung Murai Batu Lampung. Walau termasuk jenis yang sama, biasanya memiliki tampilan fisik yang agak berbeda
  • Burung Murai Batu merupakan kelompok burung yang dikenal sangat teritorial dan sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya (Thruses). Burung Murai Batu memiliki suara kicauan yang sangat bagus sehingga mendapat penghargaan terbaik atas kicauannya yang sangat indah pada tahun 1947 (The Best Song Birds - Delacour, 1947). Burung ini merupakan kelompok burung yang digemari di kalangan pecinta burung berkicau karena memiliki suara atau spesifikasi kicauan yang sangat baik dengan tampilan fisik burung yang indah
  • Burung Murai Batu sendiri juga disebut sebagai rajanya burung berkicau, karena burung jenis ini bisa menirukan berbagai macam suara burung lainnya dan juga burung ini merupakan jenis burung petarung
  • Jenis burung berkicau ini sudah sangat terancam akibat perburuan liar. Untungnya jenis Burung Murai Batu ini sudah bisa ditangkarkan
  • Berat berkisar 29 gr, dengan panjang badan berkisar 14 - 17 cm
  • Ciri fisik: memiliki tubuh hampir seluruhnya hitam, kecuali bagian bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam; terdapat sedikit semburat biru di bagian kepala; ekor panjang ditegakkan dalam keadaan terkejut atau berkicau. Untuk Murai Batu jantan dan betina memiliki perbedaan fisik yang sangat signifikan, dimana jantan memiliki fisik yang lebih besar dibanding betina dan untuk suara yang dihasilkan burung jantan jauh lebih keras dan bervariasi dibandingkan dengan betina

Demikianlah artikel tentang berbagai jenis burung berkicau yang bisa kami rangkum. Tentunya artikel ini kami susun dari berbagai milis / sumber yang bisa dipercaya. Dan tentunya artikel ini akan terus kami lengkapi dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

Jenis-Jenis Burung Berkicau

Teman-teman sering merasa kesulitan dalam mencari barang-barang atau artikel di blog CNC phoneshop ini? Jangan risau lagi ya, boleh langsung klik tautan (link) ini saja: kumpulan artikel dan barang-barang yang disediakan CNC phoneshop

Tidak ada komentar:

Posting Komentar